• Jelajahi

    Copyright © WARTA UPDATE
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    SEKTI Jember: Reforma Agraria Mandek, GTRA Diminta Direformasi. 8 Ribu Hektare Lahan Mulyorejo Belum Bersertifikat

    Warta Lintas Media
    Rabu, 19 Agustus 2026, Agustus 19, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T07:58:09Z



    JEMBER, WartaUpdate – Serikat Tani Independen (SEKTI) Kabupaten Jember membongkar mandeknya pelaksanaan Reforma Agraria di Jember. Dalam rilisnya, SEKTI menyorot kinerja Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang dinilai belum menyentuh persoalan utama di lapangan.

    Ketua SEKTI Jember, Asiruddin, menyebut konflik agraria di Jember justru meningkat skalanya. Padahal pembagian sertifikat sempat dilakukan sebelumnya.

    "Rakyat Jember kali ini masih diliputi suasana menyedihkan karena konflik agraria terus berlangsung dan skalanya makin meningkat. Reforma agraria di Jember terkesan jalan di tempat," tegas Asiruddin, Rabu (19/8/2026).

    3 Tuntutan Mendesak SEKTI ke Pemkab dan DPRD
    1. Hentikan kriminalisasi  terhadap petani yang memperjuangkan hak atas tanah
    2. Jalankan reforma agraria sungguh-sungguh termasuk redistribusi tanah dengan kepastian hukum dan akses penghidupan
    3. Selesaikan konflik secara adil, damai, dan terpimpin

    SEKTI juga menuntut masuknya unsur petani dalam GTRA. "SEKTI sebagai anggota KPA dan telah diberi mandat harus masuk menjadi bagian dari Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA)," ujar Asiruddin.

    Data Lapangan yang Disorot SEKTI

    SEKTI mencatat sejumlah titik konflik dan TORA yang belum tuntas:
    - Desa Mulyorejo, Silo : ±8.045 hektare lahan belum bersertifikat
    - Desa Suco, Jelbuk : ±55 hektare lahan sudah dihuni 20-30 tahun tapi belum ada kepastian hukum  
    - Wilayah lain : Ketajek, Mandigu, Curahnongko, Curahtakir, Nogosari, Sukorejo

    Selain itu, SEKTI menyorot sengketa perbatasan Jember-Banyuwangi yang berdampak pada ±150 hektare lahan petani. Lahan tersebut tidak bisa digarap optimal dan berpotensi memicu saling klaim hingga pengusiran.

    "Kami mendesak agar ada reformasi GTRA Jember, dan bekerja, supaya reforma agraria di Jember ini benar-benar jalan," ujar Asiruddin.

    Bagi SEKTI, persoalan tanah bukan hanya urusan administrasi. Ketidakpastian status tanah disebut memperpanjang kemiskinan dan ketidakpastian ekonomi petani.

    SEKTI menegaskan akan terus memperjuangkan "reforma agraria sejati" dan mendesak Bupati Jember serta DPRD segera mengambil langkah konkret. ( Aries 🆎  ) 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini