Jember, WartUpdateBupati Jember, Gus Fawait, membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memperketat pengawasan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul evaluasi intensif terhadap operasional dapur produksi yang tersebar di berbagai kecamatan.
Gus Fawait menegaskan, skala program MBG di Jember tergolong besar karena melibatkan ratusan titik SPPG yang setiap hari melayani kebutuhan gizi ribuan siswa. Cakupan luas tersebut dinilai sebagai peluang strategis, namun juga menyimpan potensi persoalan jika tidak diawasi secara ketat.
“Program MBG melalui ratusan SPPG ini bukan sekadar mengisi perut anak-anak dengan makanan sehat. Ini juga tentang membangun kualitas sumber daya manusia dan menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Dari sisi manfaat, ia menyoroti dua dampak utama. Pertama, peningkatan kualitas SDM melalui asupan protein dan nutrisi seimbang guna menunjang pertumbuhan fisik serta kecerdasan anak. Kedua, terciptanya perputaran ekonomi lokal karena bahan baku dapur diserap dari petani, peternak, dan pedagang pasar setempat.
mitra MBG Alex Hidayat yang akrab di sapa (surya) beliau menjelaskan, Alhamdulillah bahwa sidak ini program bagus agar kami kedepan saling hati-hati karena menyangkut layani gizi untuk anak-anak yang sedang menuntut ilmu di sekolah, jangan anggap ini gratis,tapi anggaplah ini castamer Restoran yang baik tetap melayani sepenuh hati semangat,kami merespon baik dengan adanya sidak karna beliau percaya latar belakang Surya owner cafe dan Resto yang ada di Amerika jadi beliau tahu kualitas yang terbaik untuk warga Jember,"ucap Surya
Surya berharap besarnya jaringan SPPG dinilai memerlukan pengawasan berlapis. Karena itu, Pemkab Jember membentuk satgas yang bertugas memantau standar operasional dapur, kualitas menu, hingga tata kelola distribusi, SPPG di Jember dapat menjadi percontohan nasional, tidak hanya dalam efektivitas distribusi gizi, tetapi juga dalam mendorong kebangkitan ekonomi desa. “Ini tanggung jawab saya sebagai kepala daerah,” pungkasnya.
za/mely


