• Jelajahi

    Copyright © WARTA UPDATE
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    ​Kembali ke Fitrah: Meneladani Akhlak Rasulullah di Baiturrohman

    Warta Lintas Media
    Sabtu, 21 Maret 2026, Maret 21, 2026 WIB Last Updated 2026-03-21T16:29:36Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     
    ​JEMBER, WartaUpdate – Gema takbir di Masjid Baiturrohman, Taman Gading, pagi ini bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan. Khatib Isnaini dalam pesan Idul Fitrinya mengajak jemaah untuk merefleksikan kembali misi utama kenabian, yakni penyempurnaan akhlak di tengah perbedaan yang ada.
    ​Dalam khutbahnya, Isnaini menekankan bahwa Idul Fitri adalah momentum untuk menanggalkan jubah keangkuhan. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, "Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah." Pengendalian diri inilah yang menjadi inti dari perjuangan melawan hawa nafsu selama sebulan penuh.

    ​Menjaga Ukhuwah di Atas Perbedaan
    ​Terkait adanya perbedaan penentuan hari raya, khatib mengingatkan jemaah agar tetap mengutamakan persaudaraan (ukhuwah). Beliau menyitir semangat Rasulullah dalam membangun Madinah yang penuh keberagaman namun tetap satu dalam kedamaian. "Puasa seharusnya menjernihkan hati, bukan justru mengeraskannya karena merasa paling benar," tegasnya.

    ​Pesan Langit tentang Maaf dan Silaturahmi
    ​Merujuk pada poin-poin khutbah yang disampaikan, berikut adalah intisari yang selaras dengan sunnah Rasul:
    • ​Puncak Akhlak Mulia: Sebagaimana sabda Nabi, "Maukah kalian aku tunjukkan akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Yaitu memaafkan orang yang mendzalimimu, menyambung silaturahmi kepada yang memutusmu, dan memberi kepada yang mengharamkanmu."
    • ​Kelapangan Rezeki: Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tapi janji langit. Rasulullah menegaskan bahwa siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung tali silaturahmi.
    • ​Menjadi Manusia yang Manusiawi: Akhlak adalah timbangan terberat di hari akhir. Menjadi manusia yang manusiawi berarti meniru sifat Ghafur (Pemaaf) dan Rahim (Penyayang) yang dicontohkan secara nyata oleh Baginda Nabi.
    ​Menutup khutbah di kawasan Tegal Besar tersebut, Isnaini mengajak warga Jember untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik tolak perubahan perilaku. Dari pribadi yang egois menjadi pribadi yang sosial, dari hati yang sempit menjadi hati yang lapang untuk menerima taubat dan memberi maaf.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini