BANYUWANGI, WartaUpdate – Jumat 20 Juni 2026 jadi hari bersejarah bagi Hapkido Kabupaten Jember. Di arena Kejurda Hapkido Indonesia Banyuwangi Open, kontingen Bumi Pandalungan tampil nyaris sempurna.
8 atlet diberangkatkan, 8 medali dibawa pulang. 4 emas, 3 perak, 1 perunggu Catatan 100% naik podium ini membuktikan pembinaan Hapkido Jember berjalan tuntas.
Pasukan Jember bertarung di 2 kategori: 6 atlet DAERYUN/fight adu teknik bantingan dan kuncian, serta 2 atlet SANG JOL GONG/Nunchaku yang menguji presisi dan nyali memainkan senjata.
Namun yang paling menyentuh hati penonton bukan hanya angka. Kejurda ini menyisakan kisah keluarga: tampilnya 2 bersaudara dari Jember yang sama-sama menggenggam medali.
I Komang Agastya Wardana sang kakak, turun di kelas DAERYUN. Dengan teknik dan ketenangan, ia berhasil meraih medali perak. Saat ini Agastya sedang berproses masuk perguruan tinggi. Targetnya jelas: kuliah sambil terus mengharumkan nama Jember lewat Hapkido.
Tak mau kalah, sang adik I Ketut Kesawa Janardana tampil garang di kategorinya. Hasilnya? Medali emas melingkar di lehernya. Usianya masih belia dan sedang proses masuk SMA. Tapi mental juaranya sudah setara senior.
Bayangkan: latihan bareng di dojang yang sama, dipukul mundur saat sparring bareng, lalu naik podium bersama-sama di kejuaraan daerah. Bagi keluarga Wardana, ini bukan sekadar medali. Ini bukti pendidikan disiplin dan sportivitas yang tumbuh dari rumah.
“Kami bangga bisa sama-sama bawa medali untuk Jember. Kakak jadi motivasi adik, adik jadi penyemangat kakak,” ucap mereka kompak usai pertandingan.
Hasil 100% podium dari Hapkido Jember sekaligus jadi sinyal: atlet bela diri Jember punya mental baja dan teknik matang. Dari Banyuwangi, mereka pulang membawa medali, pengalaman, dan cerita inspiratif bahwa juara bisa lahir dari dojang kecil dan keluarga yang saling mendukung. ( Aries 🆎 )
?


